Kamis, 25 Maret 2010

RESUME 1

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI
BIAYA MELALUI INTEGRASI TIME & MOTION
STUDY DAN ACTIVITY-BASED COSTING

Monika Kussetya Ciptani
Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi - Universitas Kristen Petra

ABSTRAK

Kemajuan perusahaan sebagai organisasi bisnis, membuat aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan semakin meningkat. Berbagai macam aktivitas dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan customer. Perusahaan berusaha untuk meningkatkan efisiensi aktivitas dan melakukan pengukuran tingkat aktivitas yang dilakukan, padahal tingkat kesulitan yang dihadapi perusahaan untuk melakukan pengukuran setiap aktivitas yang dilakukan cukup tinggi. Metode time & motion study memberikan solusi bagi perusahaan untuk melakukan pengukuran tingkat aktivitas yang dilakukan. Setiap pergerakan atau perpindahan suatu aktivitas mengkonsumsi waktu dan sumber daya, sehingga terdapat banyak teknik pengukuran time & motion study seperti work sampling, work-unit activity, time standard dan sebagainya. Dengan berbagai teknik pengukuran tersebut, maka perusahaan akan dapat mengukur tingkat produktivitas setiap sumber daya yang digunakan dalam menyelesaikan aktivitas. Untuk melengkapi teknik efisiensi biaya pada perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan pembebanan biaya yang akurat. Dalam hal ini metode Activity-Based Costing (ABC) adalah metode yang dianggap paling sesuai untuk diintegrasikan karena metode ABC pada dasarnya membebankan biaya-biaya tidak langsung berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.
Kata kunci: time & motion study, activity-based costing, produktivitas, efisiensi biaya, pembebanan biaya, waktu standar.

1. PENDAHULUAN
Keberhasilan setiap organisasi bisnis dewasa ini tergantung pada keberhasilan proses bisnis yang diselaraskan dengan tujuan dan strategi organisasi perusahaan secara keseluruhan. Lebih jauh lagi, setiap individu yang berada dalam organisasi tersebut haruslah mengerti seberapa besar masing-masing individu memahami tujuan dan berperan dalam proses pencapaian tujuan, sehingga sangatlah penting bagi sebuah organisasi untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan dalam rangka pencapaian tujuan utama perusahaan. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, perusahaan haruslah meningkatkan kinerja dari satu periode ke periode berikutnya. Peningkatan kinerja tersebut dapat dicapai antara lain dengan melakukan process improvement, yaitu aktivitas perusahaan untuk melakukan peningkatan proses yang dapat memberikan nilai tambah secara terus menerus (Trischler 1996:3). Dengan melakukan process improvement, maka perusahaan akan dapat menciptakan keunggulan kompetitif untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan customer (pelanggan). Salah satu fokus perhatian dalam menciptakan process improvement adalah melakukan perencanaan dan pengendalian aktivitas proses bisnis internal atau proses produksi dalam perusahan. Aktivitas proses produksi sangatlah penting untuk dikendalikan, karena dari sanalah peningkatan kinerja perusahaan berasal.

2. PEMBAHASAN
2.1 Time & Motion Study
Penggunaan istilah Time & Motion Study, mengacu pada salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara yang sistematik untuk menentukanmetode kerja yang sesuai, menentukan waktu yang dibutuhkan atas penggunaan mesin atau tenaga manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dan menentukan bahan baku yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan. Menurut Marvin E. Mundel (1994:1), istilah Time & Motion Study itu sendiri dapat diartikan atas dua hal :
1. Motion Study
Aspek motion study terdiri dari deskripsi, analitis sistematis dan pengembangan metode kerja dalam menentukan bahan baku, desain output, proses, alat, tempat kerja, dan perlengkapan untuk setiap langkah dalam suatu proses, aktivitas manusia yang mengerjakan setiap aktivitas itu sendiri. Tujuan metode motion study adalah untuk menentukan atau mendesain metode kerja yang sesuai untuk menyelesaikan sebuah aktivitas.
2. Time Study
Aspek utama time study terdiri atas keragaman prosedur untuk menentukan lama waktu yang dibutuhkan dengan standar pengukuran waktu yang ditetapkan, untuk setiap aktivitas yang melibatkan manusia, mesin atau kombinasi aktivitas. Metode Time & Motion Study ini pada dasarnya dapat diterapkan ke semua bidang dan fungsi serta aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam penerapan Time & Motion Study ini diperlukan tiga asumsi dasar yang harus dipenuhi (Dunner 1994:35)
• Secara umum terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan suatu perkerjaan, tetapi karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, biasanya akan muncul satu metode saja yang lebih dominan.
• Metode-metode scientific untuk memecahkan masalah lebih sering digunakan dan memberikan hasil yang baik dibandingkan metode pemecahan masalah yang tidak bersifat scientific.
• Standar pengukuran kinerja atau nilai waktu dari sebuah pekerjaan dapat ditentukan dengan baik sehingga memungkinkan manajemen untuk mendesain standar sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

2.1.1 Ruang Lingkup Penerapan Time & Motion Study
Dalam metode Time & Motion Study ini, pihak manajemen haruslah memperhatikan asumsi-asumsi mendasar yang harus digunakan pada setiap teknik pengukuran yang dipakai. Dengan kata lain, prosedur-prosedur yang harus dilaksanakan dalam metode time & motion study ini haruslah dilandasi pemikiran bahwa setiap aktivitas, pekerjaan ataupun proses selalu ada pemecahan terbaik, dan dalam pemecahan tiap aktivitas dan proses tersebut, metode yang bersifat scientific (ilmiah) selalu menjadi pemecahan terbaik. Selain hal tersebut, dalam penerapan metode time & motion study ini juga dilandasi pemikiran bahwa nilai waktu dari sebuah pekerjaan dapat diukur dalam satuan pengukuran yang bersifat konsisten. Dalam hal ini pemecahan terbaik bukanlah berarti menutup kemungkinan penerapan metode ilmiah lain yang dipandang lebih baik lagi dibandingkan metode time & motion study. Prosedur yang harus dilakukan dalam penerapan metode time & motion study initerdiri beberapa langkah-langkah kerja atau prosedur seperti :
1. Penentuan tujuan
Penentuan tujuan yang dimaksud adalah area pekerjaan atau aktivitas yang harus diselesaikan dan kriteria yang jelas untuk mengevaluasi area pekerjaan yang dimaksud. Kriteria untuk mengevaluasi tersebut antara lain meliputi kualitas yang lebih baik, keahlian tenaga kerja yang terbatas, waktu kerja yang makin berkurang, lebih banyak waktu yang diserap untuk berproduksi, pengurangan penggunaan material dengan harga yang lebih mahal, hasil yang lebih baik dari penggunaan material, waktu penggunaan peralatan yang makin sedikit, pengurangan penggunaan valuta asing dalam bertransaksi dan sebagainya.
2. Analisis
Yaitu prosedur memisahkan keseluruhan metode kerja yang digunakan dalam langkah-langkah, subdivisi, kesesuaian dengan lingkup pekerjaan, dan sebagainya. Dalam hal ini keahlian tertentu yang dimiliki oleh tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan tersebut sangat mempengaruhi kinerja aktivitas yang bersangkutan.
3. Kritisisme
Yaitu aplikasi terhadap analisis data yang telah dilakukan, dan pengecekan terhadap penyusunan langkah untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
4. Inovasi
Formulasi atas ide-ide baru yang diberikan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan.
5. Tes
Yaitu prosedur evaluasi dengan menggunakan dasar data yang telah dianalisis pada langkah 3 dengan formulasi metode yang diterapkan pada langkah 4 dengan mengacu pada tujuan yang dirumuskan pada langkah 1
6. Percobaan
Yaitu prosedur pengambilan sampel atas aplikasi dari metode yang digunakan pada langkah 4 dan dievaluasi dengan langkah 5, sehingga bisa memperhitungkan semua variabel yang bisa diukur dengan menggunakan metode time & motion study.
7. Aplikasi
Yaitu prosedur terakhir yang diterapkan dan merupakan final standardization, instalasi, pengukuran, evaluasi dan penggunaan atas metode yang telah dikembangkan tersebut. Prosedur penggunaan metode time & motion ini pada dasarnya sama untuk semua bidang atau lingkup kerja, baik digunakan didalam kantor, dalam lingkup industri pabrik, jasa rumah sakit, industri jasa lainnya bahkan aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah. Yang berbeda adalah detil metode dan pelaksanaan untuk masing-masing industri, serta data yang dirangkum dan digunakan untuk melaksanakan tiap prosedur dalam time & motion study.

3. KESIMPULAN
Setiap perusahaan atau organisasi bisnis melakukan sejumlah aktivitas untukmenghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan customer. Aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan semakin berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan itu sendiri, sehingga diperlukan suatu teknik pengukuran aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Berbagai macam metode pengukuran aktivitas telah dikembangkan diantaranya adalah metode time & motion study. Dalam metode pengukuran tersebut setiap pergerakan aktivitas dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas diukur dan dideteksi. Metode yang dikembangkan meliputi dua kerangka besar yaitu: metode pengukuran pergerakan atau perpindahan (motion study) dan metode pengukuran waktu atas suatu aktivitas (time study). Pengukuran pergerakan atas aktivitas dilakukan dengan teknik work-unit analysis, work activity analysis dan work sampling, process-chart product analysis. Sedangkan pengukuran atas waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap aktivitas diukur dengan menggunakan direct-time study-extensive, intensive sampling, dan predetermined time studies. Dengan semua teknik pengukuran tersebut, perusahaan akan dapat melakukan pengukuran secara ilmiah dalam tiap aktivitas yang dilakukan, sehingga perusahaan dapat mendeteksi adanya peningkatan efisiensi waktu dan tenaga atau sumber-sumber yang dikorbankan untuk tiap-tiap aktivitas. Adanya pengukuran yang akurat atas setiap aktivitas akan membantu perusahaan dalam menentukan produktivitas setiap aktivitas yang dilakukan. Hal ini tentu saja akan membuat kondisi perusahaan menjadi baik dalam jangka panjang. Sedangkan adanya kebutuhan untuk melakukan efisiensi dalam segala aktivitas mendorong perusahaan untuk melakukan pembebanan biaya yang akurat atas aktivitas yang dilakukannya, sehingga perusahaan menerapkan sistem Activity-Based Costing (ABC). Dalam sistem ABC, biaya –biaya tidak langsung yang timbul dan dibebankan kepada produk berdasarkan aktivitas yang membentuk produk tersebut sehingga unsur biaya produk yang dibebankan semakin akurat. Penggunaan metode Time & Motion Study yang diintegrasikan dengan metode ABC dalam hal pembebanan biayanya, akan mempengaruhi produktivitas dan efisiensi biaya perusahaan. Dengan integrasi yang saling melengkapi antara metode time & motion study dan metode ABC, maka dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan dan efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan pada suatu periode.










DAFTAR PUSTAKA

Gayle, Rayburn.L (1996), Cost Accounting: Using A Cost Management Approach, sixth edition, Irwin Publishing Company, USA.

Hansen, Don.R and Maryanne M.Mowen (1999), Management Accounting, Fifth edition, South-Western Publishing Company, USA.

Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 3, No. 1, Mei 2001: 30 – 50

Jurusan Ekonomi Akuntansi, Fakultas Ekonomi - Universitas Kristen Petra

Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/

Horngren, Charles.T, Stratton and Sundem (2000), Cost Accounting: A Managerial Approach, Tenth edition, Prentice-Hall Publishing Company, USA.

Morse, Davis and Graves (1996), Management Accounting: A Strategic Approach, first edition, South-Western Publishing Company, USA.

Mundel, Marvin, E. and David L.Dunner (1994), Motion & Time Study: Improving Productivity, Seventh edition, Prentice-Hall Publishing Company, USA.

Trischler, William.E, (1996), Understanding & Applying Value-Added Assesment: Eliminating Business Process Waste, First edition, ASQC Quality-Press, Wisconsin, USA.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites